Quote
"Saya KANGEN tumblr dan inspirasi-inspirasi di dalamnya !!!"

— Welcome back :D

Photoset

Indonesiaaaa…cantik bangeeet >_

(Source: intergalacticwifi, via kucingmengeong)

Text

Mau Berkontribusi Apa? #1

Kesempatan besar saya bisa sesuka hati memencet remote control TV adalah saat saya di rumah alias mudik, biasanya banyak waktu (misal selama 2 hari) saya sempatkan nonton berita atau acara TV yang saya suka di berbagai waktu, pagi siang sore atau malam (gak selalu semua berita ditonton juga si), wal hasil banyak berita yang SAMA yang saya tonton dalam kurun waktu tsb, atau lebih tepatnya realita yang berulang penyiarannya tentang negeri ini. Dan 2 hari itu, buat saya adalah perenungan yang luar biasa.

Dari berita dan acara yang saya tonton, bisa semakin terus membukakan mata saya bahwa betapa Indonesia ini… hmm (bahkan membayangkannya saja membuat hati tersayat-sayat #sedikitLebay, tapi mungkin nyata).

Reality show yang sering saya tonton memperlihatkan kehidupan para petani, penambang atau bahkan pengusaha2 dibidang komoditas ekspor. Dari tontonan itu bisa ditarik kesimpulan betapa kalau disadari, Indonesia itu kayaaa bangeeeet, tapi ternyata kita belum bisa memanfaatkanya dengan baik, at least mengolah kekayaan itu biar gak mentah2 amat di ekspornya. Ekspor bahan mentah dengan biaya rendah tapi mengimpor barang olahannya dengan harga yang jauuuh melambung lebih tinggi. Miris, sedih… pake banget….bisa jadi lama-lama kayak peribahasa “tikus mati di lumbung padi”, apalagi membayangkan pasar bebas 2015 ?

Dan baca berita ini alhamdulillah sekilas paling tidak sedikit melegakan keresahan..
http://m.kompasiana.com/post/read/641153/1/baru-terjadi-pemerintah-indonesia-mengguncang-dunia.html

Tapi pastinya masih banyak yang bisa diperbaiki dan dikembangkan, Harus dijadikan bahan perenungan si pastinya.. jangan omdo, mengutuki aja ga cukup, apalagi belakang nama sekarang udah nambah 3 karakter, harusnya lebih sadar diri dan malu. Pertanyaannya mau berkontribusi di mana ni kira2???

Text

Mahkota Hujan

surya-uya:

Awan hitam menggelayut manja di atas daratan tempat diri ini berpijak. Tak berapa lama kemudian gumpalan awan ini menjatuhkan isinya. Butiran air dalam jumlah yang banyak diturunkannya tidak dengan satu kali tapi dalam iringan waktu yang cukup lama. Butiran air itu saling bersusulan untuk mencapai bumi. Ketika bersentuhan dengan bumi bentuk air yang bulat saat jatuh di udara kini menjadi mahkota. Pertanda tentang adanya seorang Raja. Mahkota kecil yang begitu banyak terbuat dari air yang bening. Kemudian terdapat pertanyaan yang mengikutinya, “Siapakah pemilik mahkota dari air yang suci itu?”. Sang raja yang kuasa dengan mahkota yang sangat suci dan mensucikan.

Walau mahkota hanya terbentuk sebentar saja dari satu butir air. Namun dalam sekejap itu pula mahkota akan mewujudkan diri di titik yang lain selama hujan turun. 

Tentu Raja yang Agunglah pemilik mahkota hujan itu. Seolah ingin menunjukan kuasanya kepada hambanya. Bahkan dari awan di atas sana yang juga menyerupai kerajaan. Bertengger di petala langit yang begitu tenang. Namun dibawahnya bau basah amat menyengat akibat hujan yang diturunkannya. 

Itulah saat Raja menyapa hamba-hambanya dengan cara memperlihatkan mahkotanya. Sang Raja yang berjanji bahwa selalu ada harapan setelah hujan reda. Ada asa yang terselip dalam turunnya hujan. Makbulnya doa-doa dari mulut seorang hamba yang dijanjikan sang Raja saat mahkota airnya diperlihatkan. Maka berdoalah dengan keyakinan. Sang Raja yang sedang menyapa hamba-hambanya akan mendengarkan dan mengabulkannya. Tentu perlu percaya jika sang Raja itu ada. Mahkotanya saja begitu terlihat jelas. 

Doa-doa itu menebas basahnya air hujan dan melesat ke atas Arsy melewati awan hingga sampai kepada sang Raja. Saat sang Raja membaca doa-doa hambanya yang ditujukan kepadanya. Ia pasti memperkenankan doanya itu menjelma kenyataan asalkan doa itu baik dan benar. Kalaupun ternyata balasannya tidak sesuai dengan pengharapan hambanya, sang Raja akan menggantinya dengan kebaikan pengganti yang 1000 kali lebih baik. 

Sang Raja tak pernah berkhianat. Doa dari hambanya selalu dibalas. Dibalik hujan selalu ada harapan. Bismillah.

Photoset

haurasalsabila:

berlarian:

catatanbesarku:

diaemyung:

I’m glad that you’re my mother 

"I found its really hard to earn money. I have no idea how did you and father raise me.."

ternyata itu skrinsyut chat. T-T

i always have reasons to love you, mommy :)

Tags: inibanget
Photo

(Source: bgwahid, via surya-uya)

Quote
"“ … … Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir”. (QS.Ali Imran (3): (140-141)."

— begitulah kehidupan, orang-orang bilang seperti roda yang berputar kadang diatas kadang dibawah. (via surya-uya)

Photo
pemiraitb-2014:

Ganecapos : Sosok Populer KM-ITB 2014

pemiraitb-2014:

Ganecapos : Sosok Populer KM-ITB 2014

(via tausendsunny)

Link

surya-uya:

Disaat Allah telah mencintai hambanya. Allah akan menjadi penglihatan yang ia gunakan untuk melihat. Kemanapun pandangannya ia arahkan disanalah Allah berada. Menjaga setia[p anak pendangan dalam keberkahan. Memeliharanya dalam samudra ibadah. Melindungi dari penjara maksiat. Setiap gerik pupilnya…

Text

Anonymous asked: How religious must I get to feel content with Allah's plans and the reality that life isn't about finding happiness.

abcdefidwiindari:

zindagichist:

Peace and blessings upon you anon, 

In my humble opinion, one does find happiness in this world but there is a difference.  The happiness we want to attain is the type in which we are in command of it all, but this will never happen.  The happiness which we should try to obtain and understand is the one which Allah has manifested for us.

The reason why we are never satisfied with the latter is because we never understand it and therefore hate it or despise it.  Given there are things we will never understand, but put those to the side.  We often feel like things are never going our way or nothing fits together.  The reason is, we haven’t understood the scope of our life, its meaning and purpose.

Let me give you a brief example:  When I was younger, my mentality was that if Allah took my life away this instant, it would be completely unfair. How come person X got to live longer, get married, have a family, establish a career, accomplish his/her goals and thrive?  But I had to die at the age of 15?  Absolutely unfair.  But these are the words of the person I was when I did not understand the purpose in this world and reason for life.  

The reality is that we should be living our life in such a way that if Allah took our lives today, the quality of that one day can be easily matched to for example 4 years.  Quantity of course will never match but it’s the quality that matters most.  I personally hate the world religious, because it’s treated as an accessory as though it’s just a coat or jacket to wear for the day and take if off tomorrow.  It’s not how it works, it’s a system of life, a style of balancing your life to live it to its full potential.  Once you treat it as such, it will intertwine with your life rather being there temporarily.  

At times you will fall to your knees because you’ve opened a chapter of failure but who said failure is a bad thing?  You learn from your mistakes and appreciate it, it’s a feeling a that humbles you.  Allah is only polishing you for what’s to come.  And this is in regards to life and religion.  There will be days you wake up with high spirit and energy, and days where you do not even want to pray.  

Imam Ali (AS):

"This life consists of two days- one for you and one against you.  On the day that it is for you, you should not behave vainly, and on the day that it is against you, you should not be grieved, because both days are tests for you." 

I swear to you, reading this always gives me confidence and motivation even on the days where I feel like nothing goes right.  Further more here are two other sayings:

Imam Ali (AS):

Oh Allah, when I lose my hopes and plans, help me remember that your love for me is greater than my disappointments, and your plans for me are better than my dreams.

Imam Ali (AS):

When my Dua is accepted I become happy for this is my wish, but when my Dua is not accepted I become more happy for this was Allah’s Will.

The bottom line is that yes religion is a huge portion of this because the more you understand it, the better you will be able to grasp this concept of how this dunya works.  You will no longer fall for the temporary glitter that comes your way, and your eyes will be on the objective that Allah has set for you.

All I have said is from myself and first-hand experience, if I have said anything to hurt you, please forgive me.  And if you have any further questions, please don’t hesitate to ask.

Have a blessed day InshaAllah

Nice answer!

Photo
limmynem:

Gallium
Gallium is a silvery metal with atomic number 31. It’s used in semiconductors and LEDs, but the cool thing about it is its melting point, which is only about 85 degrees Fahrenheit. If you hold a solid gallium crystal in your hand, your body heat will cause it to slowly melt into a silvery metallic puddle. Pour it into a dish, and it freezes back into a solid.
While you probably shouldn’t lick your fingers after playing with it, gallium isn’t toxic and won’t make you crazy like mercury does. And if you get tired of it, you can melt it onto glass and make yourself a mirror.
Price: $80
Someone get me this for my non-birthday. 

limmynem:

Gallium

Gallium is a silvery metal with atomic number 31. It’s used in semiconductors and LEDs, but the cool thing about it is its melting point, which is only about 85 degrees Fahrenheit. If you hold a solid gallium crystal in your hand, your body heat will cause it to slowly melt into a silvery metallic puddle. Pour it into a dish, and it freezes back into a solid.

While you probably shouldn’t lick your fingers after playing with it, gallium isn’t toxic and won’t make you crazy like mercury does. And if you get tired of it, you can melt it onto glass and make yourself a mirror.

Price: $80

Someone get me this for my non-birthday. 

(via arinithinks)

Quote
"Don’t go into a marriage in search of happiness. Marriage isn’t the place to find happiness. Marriage is struggles and hardship and difficulties, and that is why it is a great blessing and one the greatest trials, for it is through struggle that we become stronger, wiser, and closer to Allah azza wajal. So don’t go into marriage hoping to find happiness; go into marriage with the understanding that there will be fights, and temper, and the greatest test of your patience - all for the purpose of improving you as a Muslim. And that goal never has an easy path."

— Within this Soul (via passionate-opinions)

(via thebeautyofislam)

Quote
"Death is the best teacher."

— ‘Umar ibn al-Khattab (رضي الله عنه)

(Source: al-hamdulilah, via chiragirl)

Quote
"Merasakan kenikmatan ruhani yang dahsyat bukanlah tujuan dari perjalanan hidup dan risalahnya. Sang Nabi sekedar menjadikannya sebuah rehat. Sejenak mengambil kembali energi ruhani, mengisi ulang stamina jiwa. Sesudah itu dunia menantinya untuk berkarya bagi kemanusiaan."

— Salim A. Fillah dalam Jalan Cinta Para Pejuang (via veterina)

Photo
zahidhdr:

Yahya bin Mu’adz: “Barangsiapa yang memusatkan hatinya kepada Allah, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya.” (Siyaathul Quluub: 33)

zahidhdr:

Yahya bin Mu’adz: “Barangsiapa yang memusatkan hatinya kepada Allah, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya.” (Siyaathul Quluub: 33)